Kesiapan Kampung Dondai Menjelang KMAN VI

Kesiapan Kampung Dondai Menjelang KMAN VI

Oleh Selvi Apaseray

Tim Panitia Kongres Masyarakat Adat Nusantara Keenam (KMAN VI) dari AMAN Daeah Jayapura bersama sejumlah panitia lain melakukan kunjungan langsung ke Kampung Dondai di Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua. Kunjungan dilakukan dengan tujuan untuk mengecek kesiapan kampung dalam menyambut KMAN VI.

Bapak Kepala Kampung Adat Yosis Daimoe mengatakan bahwa yang menjadi kendala untuk kami, adalah obe (balai adat). Menurutnya, obe sudah layak, tapi daya tampungnya kurang.

Sementara itu, Bapak Silas Doimoe, ondoforo (pimpinan adat) dari Kampung Dondai, berencana akan menambah atau memperluas para-para adat di dalam kampung sampai ke area jembatan yang terdapat di sana. Mengenai perkembangan lain, khususnya tempat tinggal, Kampung Dondai sudah menyediakan 20 rumah. Tim juga sudah turun ke kampung untuk mengambil data dari rumah ke rumah.

Adapun kekurangan lain di Kampung Dondai, adalah kendala pada keterbatasan akses air bersih.

Baik itu warga maupun perwakilan dari pemerintahan di Kampung Dondai, merasa senang kampungnya juga terpilih sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan sarasehan. Maka, persiapan untuk terus memperbaiki rumah adat, para-para adat, dan 20 rumah yang akan dijadikan tempat tinggal bagi para peserta dan tamu KMAN VI, akan terus ditingkatkan.

Meski begitu, Bapak Yosis Daimoe mengutarakan bahwa perbaikan menggunakan dana kampung yang ada, belum mampu untuk menyelesaikan semuanya. Ia bilang, “Dana kampung sampai dengan saat ini, belum ada. Dan, melihat waktu kegiatan yang kalau kita hitung sudah bukan bulan lagi, banyak pekerjaan yang harus kita lakukan. Membangun air bersih dan MCK itu pekerjaan yang harus segera kami kerjakan, tapi itu belum.”

Maka, dengan situasi yang menantang terkait kendala-kendala, termasuk tempat yang masih belum selesai untuk dipersiapkan, tim panitia akan memikirkan lagi dukungan yang dibutuhkan agar seluruhnya bisa diselesaikan.

***

Penulis adalah jurnalis rakyat dari Masyarakat Adat Papua.


Leave a Reply

Your email address will not be published.