AMAN Latih Anak Muda Papua Menjadi Jurnalis Masyarakat Adat Jelang KMAN VI

AMAN Latih Anak Muda Papua Menjadi Jurnalis Masyarakat Adat Jelang KMAN VI

Oleh Obed Kromsian dan Apriadi Gunawan

Irma Sokoy tekun mengikuti pelatihan jurnalis Masyarakat Adat yang dilaksanakan oleh AMAN bersama Jubi di Sekretariat Panitia Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Stadion Barnabas Yowe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Perempuan adat dari Komunitas Masyarakat Adat Bhuyakha itu tak merasa lelah meski pelatihan berlangsung selama dua hari pada 23-24 Agustus 2022.

Irma menyatakan bahwa ia senang dan beruntung bisa ikut pelatihan tersebut. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan serupa. Menurutnya, pelatihan jurnalistik itu banyak memberikan manfaat bagi dirinya dan peserta lain.

“Ini pengalaman pertama saya mengikuti pelatihan jurnalis Masyarakat Adat. Banyak hal yang saya peroleh dari pelatihan ini, terutama bagaimana cara menulis berita yang baik,” katanya usai mengikuti pelatihan yang ditutup secara resmi oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw pada Rabu (24/8/2022).

Sebanyak 19 orang ikut dalam pelatihan jurnalis Masyarakat Adat itu. Mereka adalah para pemuda adat – baik yang lelaki, perempuan, dan lainnya – yang berasal dari berbagai komunitas Masyarakat Adat yang ada di kampung-kampung di sekitar Jayapura. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Dewan AMAN Daerah (DAMANDA) Jayapura Amos Sumilena pada Selasa (23/8/2022).

Pada hari pertama, para peserta mendapatkan berbagai materi, antara lain tentang jurnalisme berperspektif Masyarakat Adat, etika jurnalistik, Undang-Undang Pers, pemahaman dasar jurnalistik (menulis berita), teknik wawancara, dan praktik membuat berita. Sedangkan di hari kedua, para peserta melanjutkan pembelajaran tentang media sosial. Pelatihan dipandu oleh sejumlah pelatih atau fasilitator yang merupakan jurnalis senior media lokal Jubi dan para staf Infokom Pengurus Besar (PB) AMAN.

Irma menyatakan rasa terima kasihnya kepada para pelatih maupun fasilitator yang telah membagi ilmu pengetahuan dan pengalaman jurnalistik kepadanya dan kawan-kawan pemuda adat lain di Papua. Ia berharap semua ilmu yang disampaikan itu dapat mereka praktikkan, sehingga apa yang menjadi tujuan dari pelatihan pun bisa terealisasi.

“Pelatihan ini bertujuan supaya kami bisa menulis dan menyampaikan informasi yang benar tentang Masyarakat Adat, khususnya KMAN VI pada Oktober nanti,” kata Irma yang optimis bisa menulis seperti yang diharapkan.

Penanggung jawab Jubi, yaitu Victor Mambor, yang menjadi salah satu pelatih pelatihan, mengatakan bahwa dirinya senang bisa ikut berpartisipasi dalam pelatihan. Victor berharap agar para jurnalis Masyarakat Adat yang ikut dalam pelatihan, bisa langsung praktik menulis berita, terutama terkait dengan persiapan KMAN VI.

Menurutnya, banyak topik yang bisa ditulis tentang KMAN VI, seperti kesiapan warga menyambut KMAN VI dengan mempromosikan kuliner dan bagaimana kesiapan warga kampung menyediakan rumah untuk menampung peserta KMAN VI dari seluruh Nusantara.

“Semua itu adalah topik yang menarik untuk ditulis para peserta pelatihan. Saya optimis peserta cukup memahami dan bisa langsung mempraktikkan apa yang mereka pelajari selama pelatihan,” kata Victor di sela kegiatan pelatihan.

Victor mengingatkan satu hal kepada peserta pelatihan dalam menulis berita, yaitu agar peka dan jeli dalam melihat suatu peristiwa yang diberitakan dan tidak boleh berasumsi atau mengarang peristiwa.

“Tulisan harus berdasarkan fakta dan data yang akurat, tidak boleh mengarang,” katanya.

Abdi Akbar sebagai Koordinator Bidang Infokom KMAN VI sekaligus Direktur Perluasan Partisipasi Politik Masyarakat Adat PB AMAN, menyatakan bahwa pelatihan memiliki arti penting bagi jurnalis Masyarakat Adat di Jayapura, terlebih dalam waktu dekat Papua akan menjadi tuan rumah KMAN VI. Ia berharap para jurnalis yang baru selesai mengikuti pelatihan, bisa membantu AMAN dalam menyebarluaskan informasi tentang KMAN VI dalam bentuk pemberitaan yang baik.

Menurutnya, para peserta pelatihan yang  berasal dari kalangan anak muda itu merupakan aset terbaik yang dimiliki oleh Masyarakat Adat Papua. Mereka telah belajar menjadi jurnalis Masyarakat Adat dan bisa menulis berita dengan baik dari para fasilitator berpengalaman.

“Ini aset Masyarakat Adat yang harus terus dibina agar kelak perjuangan Masyarakat Adat yang ada di Wilayah Adat Tabi, Papua, bisa diadvokasi oleh para jurnalis ini,” ungkap Abdi.

Sementara itu, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw yang juga menjadi Ketua Umum Panitia KMAN VI mengapresiasi kegiatan pelatihan jurnalis Masyarakat Adat yang melibatkan anak-anak muda dari Wilayah Adat Tabi, Papua. Menurutnya, kegiatan yang diprakarsai AMAN itu bermakna positif menjelang pelaksanaan KMAN VI pada 24-30 Oktober 2022. Mathius menyebut ada banyak hal yang perlu diangkat, diungkap, dan diinformasikan oleh para jurnalis Masyarakat Adat yang telah mengikuti pelatihan.

“Materi yang diterima dalam pelatihan akan menambah wawasan dan pengetahuan yang baru bagi para jurnalis Masyarakat Adat untuk memberitakan segala kegiatan KMAN VI sekaligus mengadvokasi Masyarakat Adat Nusantara yang datang dalam kegiatan KMAN VI,” kata Mathius dalam menutup kegiatan pelatihan.

Menurut bupati dua periode itu, para peserta yang datang di KMAN VI nanti adalah Masyarakat Adat dari berbagai penjuru Nusantara, sehingga ada hal-hal lain yang sama dalam tatanan Masyarakat Adat yang bisa ditulis atau dipublikasikan oleh jurnalis Masyarakat Adat. Ia menuturkan bahwa Masyarakat Adat dari Kalimantan, Sumatera, Jawa, dan lainnya, pasti memiliki kesamaan dalam strata kehidupan Masyarakat Adatnya dengan kita di Papua.

“Ini belum digarap secara mendetail dan perlu kerja-kerja jurnalis untuk menginformasikan ke publik,” kata Mathius sembari berharap KMAN VI nanti berjalan atas dasar kasih, kebersamaan, dan kekeluargaan yang beragam untuk menjaga identitas kebangsaan kita.

Ia menambahkan, selain memberitakan KMAN VI, para jurnalis Masyarakat Adat juga dapat menulis segala keunikan dan kearifan lokal di Papua. Semua itu bisa dieksplorasi dan diungkap lewat tulisan.

“Untuk itu, kita butuh anak-anak (pemuda adat) kreatif yang bisa mengungkap itu lewat pelatihan-pelatihan seperti ini, ” katanya.

***

Penulis Obed Kromsian adalah staf Bidang Infokom AMAN Jayapura.


Leave a Reply

Your email address will not be published.